Humanisme
Melihat sesuatu hal yang tidak manusiawi menjadi lebih manusiawi, itulah humanisme bukan?
Humanisme adalah istilah umum untuk berbagai jalan pikiran
yang berbeda yang memfokuskan dirinya ke jalan keluar umum dalam
masalah-masalah atau isu-isu yang berhubungan dengan manusia. Humanisme telah menjadi sejenis doktrin beretika
yang cakupannya diperluas hingga mencapai seluruh etnisitas manusia,
berlawanan dengan sistem-sistem beretika tradisonal yang hanya berlaku
bagi kelompok-kelompok etnis tertentu.
Humanisme modern dibagi kepada dua aliran. Humanisme keagamaan/religi berakar dari tradisi Renaisans-Pencerahan dan diikuti banyak seniman, umat Kristen
garis tengah, dan para cendekiawan dalam kesenian bebas. Pandangan
mereka biasanya terfokus pada martabat dan kebudiluhuran dari
keberhasilan serta kemungkinan yang dihasilkan umat manusia.
Humanisme sekular mencerminkan bangkitnya globalisme, teknologi,
dan jatuhnya kekuasaan agama. Humanisme sekular juga percaya pada
martabat dan nilai seseorang dan kemampuan untuk memperoleh kesadaran
diri melalui logika. Orang-orang yang masuk dalam kategori ini
menganggap bahwa mereka merupakan jawaban atas perlunya sebuah filsafat
umum yang tidak dibatasi perbedaan kebudayaan yang diakibatkan
adat-istiadat dan agama setempat.
Dari cuplikan bacaan yang saya baca diatas saya menjadi semakin tidak mengerti maksud dan tujuannya, semakin buram!
Entah kenapa semua sifat itu harus saling menjatuhkan, bisa tidak semua itu tidak ada? salah satu saling menjatuhkan, saling meniadakan. Justru itu semua kebiasaan diatas mejadi semakin tidak humanisme. Harusnya menjadi sifat yang lebih manusiawi dan bukan hanya berpegan pada satu faham saja. Yang jelas, aku bukan dari bagian salah satu dari itu.
Bandung, 16 Mei 2007
Gak jelas mengapa…