Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu “Negeri”ku

Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu "Negeri"ku

(Judul terinspirasi oleh Band Dewa)


Indonesia tanah airku
tanah tumpah darahku
disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku
indonesia kebangsaanku
bangsa dan tanah airku
marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Lagu Kebangsaan negara Indonesia
(WR Supratman - Indonesia Raya)


Indonesia memangnya masing tanah dan airku? rasanya tidak. Sekarang
tanahku digusur saat aku sedang menikmati indahnya alam bangsa ini,
saat airnya sedang nikmat kureguk dalam haus kepanasan menjadi kering
dan menguning bercampur asam. Saat air menjadi kering dan saat air
membanjiri kotaku, saat air menjadi masalah bagiku.

Tanah ini memang masih tempat untuk tumpahnya darahku, benar adanya
tapi kali ini tumpahnya darahku bukan untuk berjuang demi bangsaku,
tapi karena aku dilukai oleh bangsaku sendiri, darahku tumpah karena
tak kuat menangis dalam derita oleh bangsaku sendiri.

Panduku juga tidak untuk ibuku lagi, dimana saat bangsaku butuh
seorang ibu yang pantas untuk menjadi pandu, malah banyak membunuh
aku-aku yang lain di negeri ini. Sosok ibu tak lagi sehebat dulu, ibu
bisa menjadi musuh bagi anaknya sendiri di negeri ini. Ayah kah panduku
sekarang? rasanya juga tidak.

indonesia kebangsaanku, memang hanya sebagai kebangsaan saja. Entah
masih diakui atau sekedar lupa dengan kebangsaanku sendiri aku sering
malu menyandang itu, seolah aku menyandang sebuah nama buruk yang
memalukanku dalam berkenalan. Kebangsaanku meragunak sekarang, saat aku
merasa tergugat dan terusik berada di negeriku sendiri, banyak hakku
digantung dan dilupakan oleh bangsa ini.

Bangsa dan tanah airku, kini semakin rapuh saja. Manjadi semakin
mahal dan mewah dalam kemiskinanan. Bangsaku menjadi negeri terbesar
gengsi untuk jayanya, saat dimana harga tanah untuk rakyat jelata
sepertiku menjulang kelangit tuhan, saat air bersih menjadi hilang
ditelan bumi, saat hutanku digunduli sehingga air marah dan membanjiri
kotaku.

Marilah kita berseru, Indonesia bersatu…
marilah kita berseru, indonesia bersatu…
sudahkah kita bersatu? sudah!
Bayangkan,
semua penderitaan dan tangis sudah bersatu dalam negeri ini, rasa
malas, jiwa koruptor, pendendam, dan pikiran picik sudah begitu melekat
dan menyatu dalah darah dan budaya bangsa kita, mengemis, memulung,
mencontek dan mencuri sudah menjadi kebiasaan lama yang asik buat
negeri ini. Sekali lagi marilah kita berseru, Indonesia bersatu….

Akhirnya, aku berdoa dalam hati. Masih benarkah makna yang aku
anggap ini benar adanya Tuhan? ataukah ini hanya perasaan burukku saja.
Akhirnya Tuhan, biarkan aku belajar membenahi negeri ini semampuku
saja, semoga menjadi lebih baik, amin…

***

Untuk negeri yang lebih baik,
Bandung, Akhir Desember 2006
Isack

3 Responses to “Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu “Negeri”ku”

  1. Gejor Says:

    Banyaknya persoalan yang datang tak kenal kasihan, menyerang dalam gelap
    Lusuhnya kain bendera di halaman rumah kita
    Bukan suatu alasan untuk kita tinggalkan

    Merdeka!!!

    Btw, anak GAM masih peduli ama Indonesia juga? :D

  2. beRL Says:

    sungguh negara yang sulit untuk dicintai dan di banggakan.. mending ganti kewarganegaraan aja.pergi jauh2 dr Indonesia.
    ayo sack, gw dukung aceh merdeka ..

  3. Isack Fals Says:

    Negara yang payah, tapi kita masih aja disini…

Leave a Reply