Salah Kader

Gw benci dengan semua yang udah terjadi secara berulang-ulang di kampus gw. Kebencian tentang sebuah proses kaderisasi
yang selama ini gw pandang telah berhasil menciptakan kader-kader yang monoton dengan sebuah doktrin yang menurut gw
malah menunjukkan sebuah kepalsuan dari seorang kader itu sendiri.
Kenapa gw bilang kaya gitu? Sebenernya gini, gw cuma memandang ke depan secara lebih jauh dan meluas tentang apa yang
sudah terjadi berulang-ulang di kampus ini. Kejadian pengkaderan yang gw perhatikan selama ini adalah proses yang panjang
dan berkelanjutan yang sangat rapi dan berhasil menciptakan kader yang menurut gw malah tidak bagus untuk kelanjutan
proses kehidupan kampus ini secara global. Wah, gw makin ngaur ngomongnya nih…

Gini deh, setahu gw proses kaderisasi memiliki parameter keberhasil yang telah ditentukan dan ditargetkan oleh pelaksana
proses pengkaderan itu dengan melihat kondisi penghuni kampus secara umum dan menyeluruh, apa yang dibutuhkan oleh
kampus ini, bagaimana peran pengganti untuk kelanjutan kehidupan politik dan sosial kampus ini.
Harus gw akui kalau yang terjadi dikampus gw mengalami sukses besar dan memperlihatkan hasil yang memuaskan yang
sangat sesuai dengan parameter yang diinginkan oleh para pelaksananya. Nah, disinilah letak kesalahan yang paling gw benci
dari kampus gw ini. Setiap akhir dari sebuah proses kaderisasi yang panjang, setelah beberapa lama waktu berjalan akan
terlihat seorang kader yang berhasil menjalankanapa yang diharapkan dari pelaksana dan penyambung proses kaderisasi itu.
Inilah inti yang paling gw benci yaitu kader yang tercipta dari kaderisasi yang menghasilkan seseorang yang monoton, dan
lebih berjalan stabil tanpa ada konstan yang lebih lanjut. Sebelum lebih jauh gw membahas itu harus gw akui kalo gw memang
bukan yang ahli dalam menentukan dan menciptakan leader yang baik tapi setidaknya gw ngerti apa yang sebeneranya di
butuhkan oleh kampus ini, gw dan beberapa rakyat minoritas kampus ini.

Setiap Kader (Mahasiswa/i) yang terlahir adalah orang yang akan menjalankan sebuah wacana yang sama yang tel;ah
beberapa kali dilakukan oleh para tetuanya dahulu (pengkadernya - Red) itu yang gw gak setuju dan paling gw protes disini
adalah mau berkembang sejauh mana kampus ini kalau saja para orang yang muncul akan membawa sebuah wacana baru
yang merupakan hasil dari pematangan sebuah wacana sebelumnya (Baca : pengkader). Kalau ini terus saja berlangsung gw
yakin kampus ini hanya akan melanhkah ditempat tidak akan pernah melangkah kedepan. Hanya dengan bermodalkan sebuah
nilai yang selalu di-upgrade yang notabene adalah sama seperti yang sudah-sudah gw rasa kampus ini hanya akan berjalan
ditempat gak akan bergerak kedepan melainkan naik secara vertikal keatas disaat dunia membutuhkan sebuah pergerakan
kedepan!

Mungkin gw akan sedikit memberi celah solusi untuk ini dan gw yakin ini akan sangat bertentangan dengan ide yang diusung
oleh para pelaksana yang tentu sangat menentang ide gw ini. Ide gw sebenernya amat sangat ringkas dan simple, yaitu ubah
cara pengkaderan yang udah kita lakuklan selama ini. Caranya? terserah, lho kok terserah? hehehe.. gini caranya terserah
saja bagaimana detailnya tapi yang penting adalah hasil dari outputannya adalah menciptakan kader yang lebih heterogen
dalam segala bidang. Menciptakan sebuah intrik baru dalam hal ini adalah dengan tidak memberikan doktrin secara berlebihan,
maksudnya adalah memberikan sedikit keebasan yang tidak membuat mereka terkekang untuk menentukan arah jalan pikiran
mereka dari sejak awal mereka masuk ke kampus ini. Biarkan mereka men-setting dari awal pemikiran mereka jangan sampai
para "Pejuang Kaderisasi" menentukan arah yang harus ditempuh oleh calon mahasiswa/i itu sendiri. Menurut gw pemberian
doktrin yang gw lihat selama ini adalah menuntun mereka pada satu lorong yang semoga saja mereka masuk kesbuh lorong
besar itu secara bersamaan. Gw mungkin salah satu dari kader yang tidak mau masuk kedalam lorong besar yang menjadi
kaum minoritas di kampus gw yang akan menciptakan gw sebagai pembeda diantara yang mayoritas bener didalam lorong itu.
Semua yang tidak masuk dalam lorong itu akan menyuarakan hal yang sama kaya gw (mungkin).

Simple nya lagi adalah semoga ide gw menghentikan atau sedikit saja merubah pengkaderan yang telah terjadi secara
berulang-ualang, yang gw mau adalh lahirnya manusia-manusia kampus gw yang lebih heterogen dengan mengusung
masing-masing ide-ide yang berbeda-beda, jangan hanya mengusung satu wacana yang sudah pernah dilakukan. Hasil yang
akan dicapai adalah mungkin lebih membuat kampus ini lebih berwarna meriah dan tidak hanya berwarna 2, 3 atau beberapa
saja tapi menbuat sebuah nuansa warna yang sangat variatif dengan memasukan warna yang terintegrasi dari warna dasar
yang sudah disuntikkan oleh para pengkader sebelumnya.
Semoga keinginan gw bukan cuma sekedar isapan jempol (kaki). Gw yakin banyak orang dari kaum minoritas dikampus gw
yang ingin kampus ini melangkah ke depanbukan jalan ditempat* seperti sekarang ini, tapi melangkah lebih jauh dan bahkan
melompat kedepan. Amin…

*jalan ditempat maksud gw dalam satu hal saja, dalam hal karakter yang terbentuk dari proses kadrisasi yang panjang dan
berkesinambungan, tapi untuk hal lain gw perhatikan kamps gw lebih melangkah jauh tuh…

Bandung, September 2006

4 Responses to “Salah Kader”

  1. - 'Mo - Says:

    wew…
    keren nich boss…
    setuju gw ma pendapat elo.

    klo menurut gw sich… proses kaderisasinya yg ngaco.. soalnya di dominasi dari satu golongan atau komunitas… sementara golongan itu selalu merasa dirinya benar dan yg lain salah.
    lucu ya kampusnya???

    ketawa aja bos klo ngeliat yg kayak gitu… jiakakakkakakk

  2. 'TeNRiE' Says:

    ampuuuunnnnnnnn,,, hehe,,
    gw ikuuttt,,

  3. Roni Says:

    Assalamualaikum wr wb
    wew si isack udah mulei bicara…keren juga wacana yg diangkat…..melihat pola kaderisasi di kampus sedih juga..ada pihak2 tertentu yg mengatasnamakan sesuatu(tiiiit…disensor bro) ingin melakukan pengkaderan berdasarkan format mereka..dengan menganggap format lain salah…dan yg paling gw benci disini agama dibawa2 demi kepentingan mereka (hayah.. lagu lama coy). kasian yah orang orang yg udah terjebak dalam lingkaran ini.. mereka didoktrin sampe2 membunuh karekternya…mereka seperti robot…hidup tapi dikendalikan dari belakang layar.. apa ini yg disebut “Keberhasilan” atau malah kemunduran….?
    yah udahlah gak usah dibahas dah cape gw…. percuma ngomong kemereka.. gak bakal ditanggapin… tar kita dibilang sesat lah,bid’ah lah dll yg gak mungkin gw sebutin.
    so buat orang2 yg belom sadar segeralah berfikir.. apakah yg kalian lakukan sudah sesuai.. kalau tidak selamanya kalian akan jadi robot2 bodoh yg dengan gampangnya di permainkan demi kepentingan sekelompok orang.

  4. ARUL Says:

    sak, lho ternyata keren juga bwt sebuah harapan yang untuk saat ini belum bisa terwujud dikampus kita..Gw sependapat ama lho..
    kita disini sudah heterogen.. kenapa harus dihomogenkan hanya ikut sebuah kader yang berjalan tak maju.
    sak yang aq ngak abis pikir..
    kamu bisa ngomong kayak gitu.. salut GW sak

Leave a Reply