Archive for August, 2006

Saat ini

Thursday, August 31st, 2006

Keinginanku sesungguhnya
Saat ini bahkan dari dulu aku sangat menginginkan bertemu Tuhan, Dzat yang Maha menciptakan dan Maha segalanya, aku akan membawa sejuta pertanyaan yang aku bingungkan di dunia ini.Kalau saja mungkin aku aku akan bertanya dan melanjutkan hidup yang terpenggal sehingga aku dapat mengerti apa sesungguhnya terjadi dengan aku, kita dan dunia.
Aku bahkan ingin berbicara penuh dengan Tuhan, bukan karena aku tak mengerti agama, tapi sekedar ingin berbicara dan berbincang dua arah bersama Dzat yang Maha itu, itu saja.Semoga mengerti dan akhirnya aku berujar "Amin…"

Keseimbangan Pagi

Thursday, August 24th, 2006

Pagi Bagi Suasanaku

Pagi dengan indah hadir dalam suasana dingin
mentari dengan malas bangun dari tidurnya
menarik helai selimut lebih dalam
kabut mendukung karenanya

Aku masih seperti mentari saja
malas tak berbicara
sapaan pun tak keluar
aku jadi lebih beringas hari ini

Pagi hadirkan keindahan tersendiri
menghanyutkan jutaan kenangan
keindahan hari kemarin
merehatkan semua kejadian

Melalui sapaan bisu yang ditawarkan pada semua
aku dari balik tirai melihat dengan senyum
terhenti langkahku hari ini
karena sesuatu yang belum kutahu

Aku masih melihat mentari bersaing bersama pagi
persiangan yang sehat diantara keseimbangan
alamku yang kudambakan
alamku yang menghangatkan

Juni 2006,Bandung
[Isack]

Nasionalisme adalah kosong

Thursday, August 17th, 2006

"Merdeka!…Merdeka!…sebuah cerita Nasionalisme yang membuatku mencibir mulut tanpa arti…"
Jangan salahkan aku kalau aku tidak memiliki rasa nasionalisme sedikitpun.Sejak lama rasa itu tidak pernah mau singgah dalam darahku,bukan karena orang tuaku bukan dari golongan berpangkat dan ternama dalam susunan kenegaraan,bukan itu saja kadang aku tidak pernah berbangga hati saat orang lain membangga-banggakan tanah air dan kebangsaan yang mereka miliki,tidak berlaku buatku.
Aku tidak punya rasa nasionalisme sama sekali sama seperti orang Atheis yang tidak mempercayai suatu agama atau kepercayaan.
Belum pernah dalam hidupku aku berniat melakukan sesuatu dengan tujuan berbakti pada bangsa dan negara ini,belum pernah!
Entah kenapa juga aku tidak pernah merasa bersalah karena hal itu,mungkin aku terlalu memaklumi bahwa aku memang tidak pantas dan tidak berhak untuk mencintai dan berbangga dengan tanah air ini.
Belum pernah merasakan kemerdekaan yang konon katanya telah berhasil direbut 61 tahun lalu,aku tidak percaya itu semua,yang aku percaya hanya kita pernah mem-Proklamirkan sebuah kemerdekaan yang berdaulat saja tidak lebih dari itu.Maaf buat kalian yang tidak bisa menerima ini,tapi yakinlah walau aku tidak ber-nasionalisme-ria  tapi aku tetap menjunjung tinggi kedaulatan yang tidak kupercaya itu.
Nasionalisme memang tidak pernah lengket dan melekat dalam darahku,padahal kenyataan nya nilai Pancasila dan kewarganegaraan ku selalu baik,tapi aku tidak merasakan efek dari apa yang kunikmati semua ini.Yang bisa kunikmati hanya sebuah kepalsuan dari semua yang diberikan guru,dosen dan pakar-pakar yang lain,buatku mereka hanya bercuap-cuap kosong tak berbunyi tak ada arti.Aku belum menikmati semua itu…